Senin, 26 Mei 2014

BIMBINGAN SOSIAL DAN PELATIHAN KETERAMPILAN BAGI WARGA BINAAN TUNA SOSIAL

JAKARTA- Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi gelandangan pengemis (gepeng) dan pemulung, Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (RSTS) bekerja sama dengan konsorsium Lembaga Kesejahteraan Sosial Provinsi DKI Jakarta, melaksanakan program bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan bagi warga binaan tuna sosial. Peserta pelatihan adalah utusan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) se DKI Jakarta, termasuk Rumah Singgah Bina Anak Pertiwi. 

Program bimbingan diselenggarakan di gedeng KNKT Manggarai Jakarta selatan. Jumlah peserta bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan bagi warga binaan sosial, kurang lebih 200 orang peserta, terdiri dari utusan LKS di lima wiliyah Provinsi DKI Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur RSTS Kementerian Sosial RI, Bapak Sony dan Kepala Bidang Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Ibu Ucu Rahayu. mereka berdua memberikan sambutan dan motivasi bagi para pserta untuk terus berjuang tanpa mengenal lelah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ucu Rahayu menyampaikan bahwa, "pada prinsipnya Allah memberikan rizki yang sama bagi ummatnya, tinggal bagaimana umatnya dapat bekerja keras dan maksimal dalam menjemput rizki dari Allah itu". Ucu Rahayu juga mengajak para peserta agar mau berubah dari kondisi yang saat ini biasa-biasa saja menuju kehidupat yang penuh gairah dan semangat. "yang bisa merubah nasib kita adalah kita sendiri, jangan pernah bergantung pada belas kasihan orang lain, berusahalah sekuat tenaga dan bertawakkallah hanya kepada Allah". Ujar Ucu, memberi semangat.

Dengan adanya bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan bagi warga binaan sosial, LKS, Yayasan, Rumah Singgah, diharapkan dapat memberi kontribusi besar terhadapa program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Setelah program bimbingan ini, masih ada program tindak lanjut, yaitu semua peserta yang sudah mendapatkan bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan akan mendapatkan modal kerja atau modal usaha, sesuai dengan bidang usahanya masing-masing. Yaya Wahyudin (koordinator Acara) menyampaikan. (asm)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar