Sabtu, 10 November 2012

PROFIL RUMAH SINGGAH SWARA


I. Pendahuluan
Semakin maraknya anak-anak jalanan di Ibukota ini menambah kompleksitas permasalahan sosial di DKI Jakarta, terutama di wilayah Jakarta Timur. Sebab itu perlu adanya suatu penanganan khusus untuk menangani dan meminimalisir jumlah anak yang turun dan bekerja di jalanan.


Diperlukan suatu tempat atau lembaga untuk menangani masalah-masalah ini secara serius. Rumah Singgah Sakinah Wa Rahmah (SWARA) mencoba memberikan solusi alternatif dengan memberikan pelayanan sosial kepada anak-anak yang kurang beruntung tersebut. Sebagai suatu lembaga sosial dibawah naungan Yayasan Swara Anak Indonesia, Rumah Singgah membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah anak-anak jalanan di Jakarta Timur.

Rumah Singgah SWARA adalah sebagai wujud kepedulian Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah dalam membantu program pemerintah dalam membina dan mengentaskan anak-anak jalanan. Selain itu juga memberi bantuan pendidikan berupa pemberian beasiswa (untuk anak sekolah formal) pendidikan nonformal berupa Kejar Paket A, Paket B, Keaksaraan Fungsional dan Taman Pendidikan Al Qur’an, serta program keterampilan anak.

II. Identitas & Legalitas

Identitas
Nama Lembaga     : Rumah Singgah Sakinah Wa Rahmah (SWARA)
Alamat Lembaga   : Jl. H. Kaiman No.17 RT.002/05 Kel. Rawabunga,
                                   Kecamamatan Jatinegara Kodya Jakarta Timur.
                                   Telp. 021- 70798085

Legalitas
Lembaga ini di bawah naungan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

III. Visi
Menyiapkan generasi yang sehat, cerdas dan berbakti pada bangsa dan negara, serta terlindungi dari segala sesuatu yang bisa mengganggu tumbuh kembangnya.

IV. Misi
Misi dari Rumah Singgah SWARA sebagaimana tercantum dalam profil adalah untuk memberikan berbagi pelayanan seperti: Advokasi, Resosialisasi dan memberikan akses kepada sistem sumber, agar mendapatkan kehidupan yang layak sebagaimana anak-anak pada umumnya.

V. Tujuan
Tujuan dari Rumah Singgah SWARA adalah:
Membentuk kembali perilaku dan sikap anak agar sesuai dengan norma, serta aturan,aturan yang berlaku di masyarakat.

  1. Memberikan berbagai langkah pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan anak.
  2. Mengupayakan anak kembali kepada orangtua dan keluarganya, dan jika perlu ditempatkan ke panti asuhan ataupun dicarikan orangtua asuh sesuai kebutuhan anak.

VI. Sasaran Jangkauan (Kantong Binaan Rumah Singgah SWARA)













VIII. KEGIATAN RUMAH SINGGAH SWARA
Sejak berdirinya sampai sekarang Rumah Singgah SWARA di Jatinegara Jakarta Timur, Rumah Singgah telah melakukan berbagai program. Untuk tahun 2009, secara terintegrasi rumah singgah melakukan tiga model pendekatan dalam pelaksanaan program, yaitu;
Program mandiri
Kerjasama dengan pihak lain atau perorangan
Program dari lembaga lain perorangan.
Secara umum dapat digambarkan sebagaiberikut:

IX. Mitra Kerja
Yayasan Balarenik
PKBM Mentari
PT. Telkom Jakarta Timur
Rumah Sakit Islam Pondok Kopi
Rumah Zakat Indonesia
Dinas Sosial Propinsi DKI Jakarta

X. Masalah dan Tantangan
Masih minimnya dari pemerintah sehingga menyulitkan kami dalam pengembangan program dan itu memaksa kami untuk mencari program tambahan dari luar. Dan menjalin kemitraan dengan lembaga lain.

Minimnya pelayanan yang dilaksanakan rumah singgah dikarenakan kurangnya SDM/pengurus itu sendiri dan dana operasional untuk kegiatan.
Keadaan rumah yang kurang kondusif karena kondiri lingkungan yang sering banjir dan keadaan atap rumah yang tua mengakibatkan bocor disana sini

XI. Harapan Yang Ingin Dicapai
Rumah Singgah mempunyai rencana mengembangkan keterampilan anak binaan dengan mengadakan kursus keterampilan secara mandiri seperti pelatihan komputer, menjahit dan sablon. Namun karena tidak adanya dana maupun peralatan, rencana pengembangan tersebut di tunda.

Harapan yag ingin dicapai oleh Rumah Singgah SWARA adalah dapat mengembangkan keterampilan (Lifeskill) anak binaan dan keterampilan musik anak binaan. Padahal dari sisi musik ini sudah ada beberapa anak binaan yang berbakat. Kita tinggal melengkapai perlengkapan musiknya.
Kecuali itu pengurus rumah singgah juga menginginkan pengembangan usaha kecil bagi orangtua anak binaan yang tidak bekerja atau korban PHK dalam bentuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

XII. Penutup
Semua telah kami laksanakan mengenai rencana-rencana Rumah Singgah SWARA untuk kemajuan bersama. Barangkali semua itu berpulang kembali pada kita dan pada keseriusan kita dalam menangani masalah yang dihadapi anak-anak kita dari kaum dhuafa. Semoga Allah memudahkan semua masalah dan tantangan yang kami hadapi. Juga semua kegiatan yang menyentuh pada kaum dhuafa tersebut dapat mengetuk hati saudara-saudara kita untuk lebih berkomitmen dalam mengurangi kemiskinan yng menimpa saudara kita, Amin.

Akhir kata, pengurus Rumah Singgah SWARA berharap semoga pemerintah dapat membantu lembaga yang kami kelola guna pengembangan program pembinaan anak jalanan. Semoga semuanya dibalas Allah SWT, Amiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar