Minggu, 18 November 2012

ANAK JALANAN PENERIMA PROGRAM PKSA BELANJA BARENG DI CARREFOUR KIARACONDONG BANDUNG


Bandung- Jika sehari-hari anak-anak yang beraktifitas di jalanan terlihat mengamen, mengemis, atau sekedar nongkrong di sepanjang jalanan kota Bandung, maka hari ini sebagian dari mereka terlihat berbondong-bondong memasuki Pasar Swalayan Carrefour Kiaracondong untuk berbelanja. Bagi sebagian orang akan bertanya untuk apa mereka datang ketempat dimana biasanya hanya kalangan menengah ke atas yang bisa berbelanja ditempat itu. Mereka pasti terheran-heran melihat segorombalan anak-anak yang familiar bagi nereka, karena sering melihatnya di trotoar jalan dan lampu merah. Tentu saja sebuah pemikiran yang tidak perlu dipermasalahkan cukup dipahami saja.

Faktanya pada hari Sabtu (17/11), anak-anak jalanan yang telah mendapatkan bantuan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), berkesempatan untuk berbelanja di Pasar Swalayan. Selaian salah satu bentuk pemanfaatan bantuan tabungan yang mereka dapatkan, mereka juga mendapatkan bantuan vocher belanja senilai 150 ribu, untuk berbelanja kebutuhan dasar mereka, terutama kebutuhan pendukung belajar atau keperluan sekolah. 

Banyak sekali manfaatnya bagi anak-anak berbelanja bareng seperti ini, ujar Aditya seorang Sakti Peksos yang sedang bertugas di Kementerian Sosial, dan kebetulan pada saat itu sedang mendampingi anak-anak belanja bareng. Selain mengurangi aktifitas anak dijalanan, dengan program belanja bareng anak-anak juga belajar merencakan kebutuhan mereka sesuai dengan kemampuan, sambung Aditya.

Sebenarnya program ini tidak jauh berbeda dengan program-program PKSA yang dilaksanakan di DKI Jakarta. Namun demikian kuantitas peserta belanja bareng yang dilaksanakan di Bandung jauh lebih banyak pesertanya dibandingkan dengan jumlah peserta belanja barenga yang dilaksanakan di DKI Jakarta. Sehingga membutuhkan waktu yang cukup padat dalam pelaksanaannya. Untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan dalam berbelanja, maka pelaksanannya dijadwal secara bergiliran. Hari Sabtu dan Minggu dimanfaatkan LKSA untuk melaksanakan program belanja bareng.

Tentu saja tujuan dari program belanja bareng ini, untuk membiasakan anak dan orangtua berbelanja sesuai kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan. Jika dalam pemanfaatan buku tabungan nantinya kurang relevan dengan tujuan semula, maka fakta itulah yang akan terlihat dilapangan. Kebutuhan anak tidak pernah berbanding lurus dengan kebutuhan orangtua. Jadi setiap konponen dan unsur dalam program PKSA harus terus bahu membahu dalam mensukseskan tujuan utama program, yaitu terentaskannya anak jalanan menjadi anak bangsa yang sejahtera dan bermartabat. Hal tersebut dapat terealisasi jika Kementerian Sosial, Sakti Peksos, Rumah Singgah (LKSA), orangtua, anak, dan unsur-unsur terkait dapat bekerjasama dengan baik, konprehensif, saling menghargai, menghormati, dan saling menjujung tinggi azas kebersamaan. (asm)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar